Jurnal9.com
Headline News

Sebelum Jokowi Ketemu Putin, Rusia Sudah Siap Akhiri Serangan ke Ukraina

Presiden Joko Widodo saat bersama Presiden Rusia Vladimir Putin

 

MOSKWA, jurnal9.com –  Presiden Rusia Vladimir Putin mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan dengan mengumumkan bahwa Rusia akan menghentikan serangannya ke Ukraina. Namun ia meminta Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memerintahkan para tentaranya untuk meletakkan senjata.

Pernyataan Putin ini mengejutkan dunia. Karena sebelumnya Putin bersikukuh tidak akan mengakhiri perang dengan Ukraina. Bahkan ia memperkirakan perang ini akan meluas menjadi Perang Dunia 3 (World War 3) jika Amerikat Serikat dan beberapa negara Eropa terus memberi dukungan kepada negara pecahan Uni Soviet itu.

Bahkan pernyataan Putin itu pernah disampaikan Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace. “Kami melihat pernyataan Putin yang menyebutkan peperangan ini akan terus melebar, bukan hanya melawan Ukraina, tapi seluruh ‘Nazi di dunia’,” ungkapnya seperti dikutip dari Express.co.id pada awal Juni lalu.

Sebelumnya, Putin juga memberi peringatan negaranya akan melakukan pembalasan secepat kilat jika negara-negara Barat ikut campur di Ukraina. Komentar Putin muncul saat Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden akan menyatakan mendukung perjuangan Ukraina melawan ‘perang brutal Rusia’.

Muncul pernyataan Putin yang mengejutkan,  kini Rusia siap mengakhiri serangan ke Ukraina. Tetapi ia meminta Zelensky memerintahkan pasukannya meletakkan senjata mereka.

“Dengan syarat itu Kremlin menyatakan Rusia akan menghentikan serangannya segera, setelah Ukraina menyerah. Agresi dapat berakhir seketika, jika Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah mengumumkan tentaranya telah meletakkan senjata,” ungkap juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov kepada wartawan, Selasa (28/6/2022) dikutip dari kantor berita TASS.

“Pihak Ukraina dapat menghentikan semuanya sebelum akhir hari ini,” kata dia, sebagaimana dilansir Kantor Berita Rusia TASS.

“Kami membutuhkan perintah kepada unit nasionalis untuk meletakkan senjata mereka, perintah kepada militer Ukraina untuk meletakkan senjata mereka,” tambah juru bicara Kremlin itu.

Peskov mengatakan Kyiv harus memenuhi tuntutan Federasi Rusia. “Sisanya adalah pikiran kepala negara Ukraina,” ujar dia.

“Sebab perang Rusia-Ukraina telah berlangsung selama empat bulan dengan tidak ada pihak yang menyerah. Petinggi Rusia telah menyatakan bahwa tidak pernah ada tenggat waktu yang terkait dengan invasi awal,” tegasnya.

“Kami hanya dipandu oleh pernyataan Presiden kami (Vladimir Putin bahwa) operasi militer khusus berjalan sesuai rencana dan mencapai tujuannya,” tambah Peskov.

Baca lagi  Cerita Azis Syamsuddin Dijemput Paksa, Mengaku Positif Covid-19, Hasil Tes Swab Negatif

Zelensky sendiri pada Minggu (26/6/2022) telah mendesak Belarus untuk menghindari terjerat dalam konflik Rusia-Ukraina yang sudah berbulan-bulan.

Dia mengatakan kepada negara itu bahwa Kremlin menganggap “hidup mereka tidak berharga”.

“Anda sedang ditarik ke dalam perang. Kremlin telah memutuskan segalanya untuk Anda,” kata Zelensky dalam pidatonya.

“Tapi kamu bukan budak dan umpan meriam. Kamu tidak harus mati,” tambah Zelensky.

Kemudian pada Senin (27/6/2022), menyusul serangan rudal Rusia di Kremenchuk Ukraina tengah yang menyebabkan sedikitnya 15 kematian. Dan para pemimpin dunia di KTT Kelompok Tujuh (G7) di Jerman dengan cepat mengutuk agresi Rusia tersebut.

“Serangan membabi buta terhadap warga sipil tak berdosa itu merupakan kejahatan perang,” kata para pemimpin dalam sebuah pernyataan bersama.

Dalam pertemuan pemimpin dunia di KTT G7 itu, Presiden Joko Widodo juga menyatakan akan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Berbicara kepada anggota parlemen di St Petersburg, Putin mengatakan Barat ingin “memotong” Rusia menjadi beberapa bagian. “Kami melihatnya mereka mendorong Ukraina ke dalam konflik dengan negaranya.”

“Jika seseorang berniat untuk campur tangan dalam peristiwa yang sedang berlangsung dari luar, dan menciptakan ancaman strategis bagi Rusia yang tidak dapat kami terima. Mereka harus tahu bahwa serangan balasan kami akan secepat kilat,” kata Putin dikutip oleh Channel News Asia (CNA).

“Kami memiliki semua alat untuk ini, hal-hal yang tidak dapat dibanggakan orang lain sekarang. Dan kami tidak akan menyombongkan diri, kami akan menggunakannya jika perlu. Dan saya ingin semua orang tahu itu.”

Rusia sendiri sudah mengatakan kepada AS untuk berhenti mengirim senjata ke Ukraina. Kremlin menambahkan pengiriman senjata dari Barat dalam jumlah besar akan mengobarkan konflik yang akan terus berlangsung lama.

Sementara itu, ahli strategi mengatakan sebenarnya Putin menghindari risiko dengan Barat. Dan kemungkinan terjadi perang nuklir, sangat kecil. Namun ancaman serius bisa muncul jika Putin dipermalukan di medan perang.

“Putin memiliki sejarah meningkatkan ketidakpastian. Jika dia merasa bahwa Rusia sedang dipermalukan dalam beberapa cara,” ujarnya dikutip CNBC International,

ARIEF RAHMAN MEDIA

Related posts

Presiden: Satukan Semangat dan Kerja Keras Tangani Pandemi Covid-19

adminJ9

Kisah Sedih Mas Bechi, Anak Kiai yang Cabuli Santri

adminJ9

Trias Sentosa Catat Penjualan Rp1,1 Triliun pada Kuartal I/2022, Tumbuh 31 persen

adminJ9